Hasil Uji Lab DLHK Karawang, Pencemaran Sungai Citarum Melebihi Ambang Batas

BERSEKANEWS / Karawang – Pencemaran yang menimpa aliran sungai Citarum dua minggu yang lalu menjadi berita utama di beberapa media, baik lokal mau pun nasional.

Menyikapi hal tersebut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang melakukan tes laboratorium terhadap lima titik lokasi sungai Citarum.

Hasilnya sungguh mencengangkan, dari 5 komponen yang diuji lab, 3 komponen berada jauh diambang batas parameter yang telah ditetapkan.

Dari 5 halaman hasil uji lab, bersekanews.id coba mendatangi salah satu lab swasta untuk menegaskan kualitas air sungai Citarum.
Karena pihak DLHK Karawang hanya memberikan hasil lab nya tanpa penjelasan lebih lanjut.

Hasil uji laboratorium DLHK

Menurut salah satu petugas lab swasta, dari 5 parameter yang diuji, jelas bahwa air sungai Citarum sangat tercemar.
Menurutnya, kadar BOD, COD dan Fospat dalam hasil uji lab tersebut melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.
“Kesimpulan saya Sungai Citarum sudah sangat Tercemar” tegasnya.

“Namun saya menyayangkan hanya 5 parameter yang diuji, seharusnya diuji juga kadar logam beratnya, agar tragedi Minamata di Jepang tidak terjadi di kita” lanjutnya.

Pria yang minta namanya tak disebut ini menjelaskan, bahwa kematian ikan di Citarum bukan parameter tercemarnya air sungai. “Yang lebih berbahaya adalah ketika logam berat mencemari, efeknya bukan hanya jangka pendek, tapi jangka panjang terhadap anak cucu kita, karena mahluk hidup seperti ikan mampu beradaptasi terhadap logam berat, jika ikan yang terkontaminasi logam berat tersebut beredar di pasar bisa berbahaya” lanjutnya.

“Yang kedua, dari hasil lab tersebut sangat jelas terlihat dari mana titik awal sungai tercemari, seharusnya satgas Citarum harum dan DLHK Karawang mampu menelusuri di mana pembuang limbahnya,” pungkasnya.

(bgn)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *